Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Vegetable Carving atau Fruit Sculpture by NickeJJ

1 komentar
Sedikit saaaja ...(sambil menyentuh ujung kuku...) ingin mengulas betapa luasnya bidang Makanan yang kita geluti sehari-hari.

Baiklah  akan saya persempit dengan bidang "Seni"  nya...yang akan kita bahas adalah sisi lain yang banyak menyentuh seluruh sub makanan..., dimana kata-kata pujian akan selalu terlontar ketika melihat hasil akhir sebuah makanan atau skala besar pada perhelatan,  Salah satu Seni yang saya kagumi adalah Ukir Sayur dan Buah,  sehubungan dengan bidang kuliner yang saya jalani, Bagian yg disebut "Art"  ini menunjang banyak pada sebuah akhir penampilan.

Sejarah mengatakan http://en.wikipedia.org/wiki/Vegetable_carving  bahwa asal usulnya dari 700 tahun yang lalu dari Sukotai (Thailand), sementara yang lain meyakini dari masa Dinasti Tang (618-906 M) dan dinasti Sung ( AD 960 - 1279) di CHINA, bahkan sebagian orang pun merasa Jepang termasuk akar budaya ukir ini yang  terkenal dengan "The ancient art of MUKIMONO". 

Tidak heran, masing-masing daerah mempunyai ciri khas ! sebutlah Thailand dengan ukiran yang sangat meng "copy" tumbuhan asli dan hewan asli, dan memang sungguh mirip ! lalu China yang mengukirnya sesuai dengan falsafah atau acara-acara tradisi yang berkaitan erat dengan budaya dan agama, contoh ukiran Naga, Bunga Teratai, Ikan ...dan banyak lagi, Kalau melihat Jepang ukiran nya lebih minimalis, sesuai perkembangannya hingga saat ini..mereka banyak mengembangkan cara mengukir dgn pola, sehingga pada hasil akhirnya sedikit kulit yang terbuang dan tersusun rapi bertingkat2  (3D) tanpa terlepas dari tiap bagiannya. 

Beberapa Contoh gambar saya ambil dari : http://www.templeofthai.com/fruit_carving/watermelon-bowl.php


Juga sumber dari http://www.vegetablefruitcarving.com/watermelon-carving/






Pada gambar-gambar diatas, ukiran yang dibentuk menganut cara Thailand yang sungguh dibutuhkan latihan yang terus menerus...dan kekenyangan makan Semangka ( ahaaaiii....enak dong aah !) seperti yang saya lakukan ketika "sangat ingin" atau sekedar menghilangkan sedikit kepusingan ( tgl 10/11 ini cabe mahalnya ampuuun. pusiiing kan ) jadi inilah cara yang saya lakukan...membuat sesuatu yang mengasah ketrampilan kita...oooh jangan tertawa ya, melihat hasilnya....:



 Cara yang sempat saya lakukan adalah....mantengin Youtube, saya baru dapet satu kelopak, sedangkan YouTube nya udah putar ulang berpuluh kali...heheh..dasar yaa emak2 lambat..tapi, saya sering ingin menularkan bahwa kalau kita terbiasa dan mau usaha, kita pasti bisa kok..!! jangan suka punya perasaan ah ga suka, ga bisa...tapi cobalah sesekali...suatu hari kita kepepet..kita pasti butuh, dan kita sudah tau jalannya....!!
Contoh lain ukiran yang di telateni di negeri China... http://goldlink.cc/watermelon-carving/



Saya belum mendalaminya, tapi kalau lihat gambar ini pastinya berhubungan dengan sesuatu yang penting , falsafah atau kepercayaan tertentu : http://urdustbin.blogspot.com/2010/02/watermelon-carving.html








dari yang saya sebut di atas, ukir Jepang yang seperti 3D  http://www.flickr.com/photos/veggy_fruit_carving/2383173987/ 





Kalau mau bicara tentang carving buah ...sungguh tidak ada selesainya.. nah sekarang kita liat "Tools" nya..
ada yang biasa, ada juga yang khusus "Pro"....bwaaah...ngilerrrr



Naaahh siapa yang ga mau liat pisau2 yang unik bentuk nya ini...
oh ya berikut ini akan saya tunjukkan beberapa gambar carving yang lebih Fussion, bergaya barat  ...


atau untuk ide di rumah ketika ada party















Juga bisa di bentuk seperti Lantern....: http://pameltoe.blogspot.com/








Jadi seperti inilah, bahwa seni ukir buah sangat beragam ...tepatnya,  ketika seni ukir sangat menyerupai aslinya dan sangat indah, sudah pasti akan banyak orang ingin mempelajari dan mencobanya, seperti seni ukir dari Asia yang sangat terkenal di seluruh dunia,  banyak orang2 membuat kelas seni ukir di negara-negara luar Asia termasuk negara barat sanaa....Nah..sedikit wacana melengkapi event ini, sedikit tapi dapat membuka mata kita, dunia kuliner yang kita nikmati ini, sungguh bercabang2 ke segala arah..... yuuuuu kita berlatih !!


Rabu, 09 November 2011

Watermelon Carving by Arfi Binsted

0 komentar
Ketika saya ingin ada yang bercerita tentang Fruit Sculpture...gayung bersambut  mbak Arfie yang jauh ingin sharing cerita pengalaman nya mengukir Watermelon...sungguh bahagia dan merasa lengkap blog ini dengan hadiah dari mbak Arfi...so this is it ...
Hello Trio Funky Girls!

Ini laporanku yaaa. Akhirnya Menulis juga hanya utk NCC hehehe..
Beberapa  cuplikan bagian dari cerita ini adalah :
It was fun, all I can say. Gimana ngga? Menikmati setiap lembaran waktu dengan menggoyang-goyangkan magic wand, mengubah sebutir semangka menjadi 'sebongkah' mawar.

Well, it is not that simple, really. Karena, the magic wand is not only a magic wand, but a set of knives with different shape and different usage. He gave me explanations which is which, but I can vaguely remember which knives were used the most to carve the watermelon. It's rather like a cake carving knife which is triangle shape and has a very pointed tip. The other one is the ordinary knife to peel the skin.

Untuk menjadikan sebutir semangka menjadi sebongkahberlian mawar, dibutuhkan sebuah kombinasi imajinasi dan ketrampilan tangan yang, buat saya pribadi, adalah magical. Koordinasi motorik berpadu padan dengan sense of art yang diterjemahkan dalam setiap ukiran lembar demi lembar kelopak mawar pada butir semangka adalah sebuah maha karya untuk seorang pemula seperti saya. I thoroughly enjoyed each movement.


Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengupas kulit semangka, sehingga bagian yang dikupas akan gundul dan menjadi lahan carving.

Lalu dimulai dengan bagian tengah mawar. As instructed, I cut an incision to let knife be able to work around. By moving your knife around to make a little indentation, you have a good start. By then, just let your imagination run.

Setiap incision akan mentakdirkan seberapa baik kelopak yang anda bentuk. Have a look at the photo below:

Anda bisa lihat the incision yang saya buat pertama kali, lalu kemudian disusul dengan irisan-irisan lainnya yang membentuk kelopak demi kelopak. Anda lihat irisan yang saya buat terlebih dahulu di bagian bawah? Seperti itulah pembuatan kelopak pertama kalinya. Dengan pisau carving yang tipis dan tajam seperti di foto tersebut, akan membetuk helai2 kelopak mawar dengan melakukan gerakan-gerakan seperti gelombang.

Pembentukan kelopak mawar sangat ditentukan oleh keluwesan tangan anda yang dipadukan dengan imajinasi. Pertama kali membentuk kelopak terlihat begitu tebal, tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan, namun seiring dengan perjalanan waktu, saya mengerti bagaimana membuat kelopak yang tipis.

Semakin tipis kelopak, semakin rentan akan sobek jika tidak hati-hati. Sebagai pemula, sepertinya memang lebih aman membuat kelopak yang lebih tebal. Curiosity takes its toll, I suppose, makanya berani mencoba yang lebih sulit.

Anyway, sepertinya 1 jam carving the fruit was not quite enough for me. I would like to try more carving with different fruits, but sadly we did not have much time left. We had to go home, back to NZ. Next time I am in Ubud, I will find myself enjoy this class again!

They have a class for children too. My children had their fruit carving lesson as well and they really enjoyed it. My little darling Sarah did not let her fear of knives conquering her imagination, she did it really well!
So, next time you go to Bali, don't just enjoy the beaches. Go have fruit carving lesson! Recommended. 

Location : Pondok Pekak Library and Learning Centre Monkey Forest Road, Ubud, Bali, Indonesia

Phone:+62-361-976194  


have Fun!

Arfi Binsted
www.homemadesbyarfi.com
---------------------

HomeMades PhotoStream (http://www.flickr.com/photos/homemades/)
Photos for Sale: (http://arfibinsted.photosales.co.nz/)

"Truly great friends are hard to find, difficult to leave, and impossible to forget." (G. Randolf)

Kamis, 03 November 2011

Perayaan Warga Tionghoa Indonesia Sepanjang Tahun by Ch. Win

0 komentar
Pengetahuan baru nih buat kita.....dan semakin membuat kita sadar keberagaman ini membuat kita kaya...(3Funky)

Berikut ini saya akan sharing seputar perayaan warga Tionghoa Indonesia sepanjang tahun yang sebagian besarnya sudah beradaptasi dengan kebudayaan masyarakat setempat di seluruh Indonesia. Adat dan kebiasaan di setiap wilayah dari Timur ke Barat, Utara ke Selatan mungkin akan ada sedikit perbedaan namun pada hakekatnya adalah berasal dari satu dasar yang sama. Aslinya, ada banyak sekali perayaannya, tetapi yang menurun hingga ke generasi saya dan masih di rayakan hingga saat ini hanyalah beberapa saja. Seluruh perayaan adalah berdasarkan penanggalan Imlek (Lunar Calender). Yuk disimak berikut ini.

**********

1. Hari Raya Imlek / Lunar New Year

• Hari terakhir bulan keduabelas / Sa Cap Meh / Lunar New Year Eve / Malam Imlek

Persiapan perayaan imlek dilakukanjauh jauh hari sebelum hari H. Dimulai dari bersih bersih rumah, belanja pakaian dan perlengkapan baru, belanja keperluan dapur, belanja hiasan imlek, dan membuat kue untuk hidangan bagi tamu yang datang. Di jaman yang modern ini, Kue kue biasanya lebih banyak beli daripada membuat sendiri.

Perayaan Imlek dimulai dari hari terakhir bulan keduabelas yang biasanya disebut “Sa Cap Meh (Malam 30)” / Lunar New Year Eve. Ini adalah seperti Malam Takbiran bagi umat Muslim. Hari dimana dalam satu keluarga, semua berkumpul untuk makan malam bersama “Thuan Yuen Fan” / Reunion Dinner. Pada jaman kanak kanak kami, ini adalah malam yang sangat menyenangkan karena kami mulai mengenakan pakaian baru. Sepanjang hari Ibu sibuk didapur menyiapkan segala hidangan terbaik untuk disantap bersama. Anak anak rantau yang bersekolah maupun yang bekerja yang masih single dan anak laki laki yang sudah berkeluarga akan pulang ke rumah orang tua. Rasanya akan ramai sekali karena teman teman yang merantau di daerah lain pun akan pulang.

Beberapa hidangan untuk 'Thuan Yuen Fan' ala Mertua saya adalah sbb:
Steamboat Komplit, Udang Cah Saos Asam Manis. Ikan Kukus Teochew, Cap Chai komplit, Kari, Ayam Goreng, Rendang Daging, Ikan Linggis Kukus, Ngo Hiang, Buah Kalengan / Soft Drink

Sedangkan hidangan untuk "Thuan Yuen Fan" ala Mama saya adalah sbb:
Mie goreng / Chiang Mie goreng, Sate, Ayam Panggang, Kari / Opor, Cah Kacang Polong, He Keng, Sup Haisim / Sup Sirip Hiu / Sup Kaki Pelanduk, Buah Kalengan / Es Agar Agar

Setiap bahan dari masakan memiliki arti tersendiri... Setiap aktivitas dalam rumah yang dilakukan pun memiliki makna tersendiri. Hidangan “Thuan Yuen Fan“ biasanya tidak disantap habis dan disisakan untuk keesokan harinya. Konon katanya, hidangan yang disisakan adalah supaya “Nien Nien You Yui” (terjemahan lugasnya adalah “Sepanjang tahun ada ikan”) yang artinya “Supaya Ada Rejeki Sepanjang Tahun”.

Setelah makan malam bersama, acara bebas dimana ada yang bantu di dapur, dan ada yang bantu menghias hias dengan tempelan, bunga bungaan, dsb. Untuk di wilayah Kijang (Bintan) - kepri, anak anak muda akan berkumpul di Kelenteng atau di rumah teman dan bergadang semalaman suntuk sambil ngobrol atau ada juga yang sambil menunggu jam untuk bersembayang di klenteng dalam rangka penyambutan Hari Raya Imlek. Konon katanya semakin lama bergadangnya semakin bagus karena akan membawa hoki usia panjang dan kesehatan bagi orang tuanya. Tepat pukul 12 malam akan dibunyikan petasan dan kembang api tanda pergantian Tahun Imlek (Lunar Year).

• Hari pertama bulan pertama / Cia Gwe Chiu It / Lunar New Year / Hari Raya Imlek

Dalam perayaan Chinese New Year, generasi muda akan terlebih dahulu mengunjungi yang tua untuk "Pai Ni" / bersilahturahmi. Bagi yang masih single akan menerima Angpao untuk Hoki dan yang sudah menikah wajib memberikan Angpao. Pengalaman CNY saya di Kepri, jika pergi "Pai Ni" akan membawa 2 butir jeruk mandarin untuk diberikan kepada Tuan Rumah, dan nantinya pada saat pamit pulang, Tuan Rumah akan membalas dengan 2 butir jeruk mandarin pula, dan begitu seterusnya untuk setiap kunjungan. Konon katanya, 2 butir jeruk yang dibawa adalah "Wish" kita untuk Tuan Rumah supaya Hoki sedangkan 2 butir jeruk dari Tuan Rumah untuk kita adalah juga merupakan "Wish" kembali untuk Kita supaya Hoki Juga.

Beberapa suguhan yang umum dijumpai saat "Pai Ni" adalah sbb:
o Kue Basah : Lapis Legit, Lapis Surabaya, Egg Tart, Aneka Cake, dsb
o Kue Kering : Nastar, Putri Salju, Cornflakes Chocolate, Aneka Kue Sagu, dsb
o Dodol : Kue Keranjang, Dodol Labu, Dodol Pepaya, dsb
o Kerupuk Kerupukan : Emping Mlinjo, Krupuk Udang, Krupuk Ikan, Kripik Bawang, dsb
o Kacang Kacangan : Kacang Telur, Kacang Mede Madu, Kacang Bawang, Kwaci, dsb
o Buah Kering yang biasanya jualnya dikotak atau ada juga yang kiloan dan Buah segarnya adalah "Jeruk Mandarin"
o Minuman Baik yang bersoda maupun tidak
o Dan masih banyak lagi yang sampai tidak tersebutkan... ^,^

Setiap jenis hidangan memiliki makna sesuai dengan pengartian dari lafal / pengucapannya.

• Hari kedua bulan pertama / Cia Gwe Chiu Ji

Hari kedua Imlek adalah hari mengunjungi keluarga istri bagi pasangan yang sudah menikah. Biasanya seluruh keluarga akan makan bersama sekali lagi dengan menu yang hampir sama dengan menu “Thuan Yuen Fan”.

• Hari ketujuh bulan pertama / Cia Gwe Chiu Chit

Pada hari ketujuh Imlek, Warga Tionghoa akan masak 7 macam sayuran untuk disantap. Masakan ini harus disantap sebelum tengah hari. Konon katanya tujuan dari masakan sayur sayuran ini adalah supaya "Mak Keng" / Mata Terang. Yakni dapat membuka mata kita sepanjang tahun. Masakan disetiap keluarga berbeda beda. Di rumah Ibu, kami biasanya masak Capcai 7 macam sayuran. Sedangkan di rumah Mertua, kami masak “Lui Cha Fan” / Nasi Teh. Mengenai "Lui Cha Fan" bisa di simak disini.
Pada hari ketujuh Imlek, Warga Tionghoa dari suku Hokkien biasanya akan sembayang "Thi Kong" / Tuhan YME. Konon katanya, pada jaman dahulu kala (entah karena alasan apa), suku Hokkien yang dalam persembunyian di kebun tebu baru merayakan Imlek pada hari ketujuh. Untuk mengenang masa tersebut, pohon tebu selalu disertakan dalam upacara sembayang ini.

Untuk masyarakat di Singapura dan Malaysia, akan dirayakan dengan makan “Yusheng” / Fish Salad. Cara makannya adalah “Yusheng” dihidangkan di nampan besar dan masing masing orang berdiri mengelilinginya dengan sumpit di tangan dan mencampurnya mengucapkan kata kata baik untuk kesehatan dan rejeki / “Make a Wish” (kalo saya, sekali jepit 1 wish, jadi banyak wish yang saya sebut ~ Marukh Khan? ^,^). Perayaan dengan “Yusheng” hanya saya jumpai di wilayah Kepri. Mungkin karena Kepri dekat dengan Singapura dan Malaysia, maka sedikit mengadaptasi kebudayaannya.

“Yusheng” adalah salad ikan (umumnya ikan Salmon mentah) yang dilengkapi dengan asinan buah buahan, parutan memanjang aneka sayuran segar (lobak putih, wortel, bengkuang, timun, pepaya, dsb) yang disiram dengan saos special (sejenis saos yang rasanya asem manis, seperti “Kit Yiu” / saos jeruk dari Kalimantan Barat) dan aneka taburan krispy (seperti kreker, wijen, kacang kacangan sangrai, dsb). Overall rasanya adalah fresh, asam, manis, sedikit pedas dari jahe, dan wangi. Seperti rujak segar. Mungkin inilah rujak ala orang Tionghoa.

• Hari kelimabelas bulan pertama / Cia Gwe Cap Go / Lantern Festival / Cap Go Meh

Cap Go Meh adalah hari kelimabelas yang merupakan hari terakhir dari perayaan Imlek. Seluruh keluarga akan makan malam bersama sekali lagi dengan menu yang sama atau lebih sederhana dari menu "Thuan Yuen Fan".

Di dapur Ibu, biasanya kami masak menu yang sama kecuali Sup Haisim / Sup Sirip Hiu / Sup Kaki Pelanduk jika memang dari "Sa Cap Meh" masaknya lebih (nyimpannya di freezer) akan dihidangkan, jika tidak maka kami tidak memasaknya lagi. Di dapur Mertua, kami masak Steamboat Komplit, Cap Chai komplit, Ayam Goreng, dan Buah Kalengan saja.

Di Kalimantan Barat, akan ada perayaan perayaan Pawai Naga dan Barongsai yang disertai dengan "Ta Tung" / Lau Ya / Dukun orang Tionghua yang akan menampilkan berbagai macam atraksi. Pusat perayaan terbesar adalah di kota Singkawang. Untuk daerah lain seperti Pontianak dan Ketapang juga akan ada perayaannya namun tidak sebesar di Singkawang. Sepertinya perayaan terbesar di Indonesia adalah di Singkawang (CMIIW).

Di Kepri, Khususnya di Batam dan Bintan (berpusat di Tanjungpinang), biasanya malam hari akan ada acara Bazaar (Pasar Malam) yang disertai dengan pertunjukan Barongsai, Kembang Api, dan pertunjukan pentas seperti nyanyian dan tarian bertema Imlek. Perayan “Cap Go Meh” tahun kelinci di Batam, panitia Bazaar menyelipkan 1 orang yang berperan sebagai “Chai Sen Ye” / Dewa Keberuntungan yang berkeliling membagi bagikan Rejeki (Permen, Jeruk, Angpao) bagi pengunjung. Anak anak sungguh senang ^,^

2. Hari sembayang Arwah Leluhur / Cheng Beng

Cheng Beng dirayakan pada hari ketiga bulan ketiga (Sa Gwe Chiu Sa) dan biasanya akan jatuh pada tanggal 5 April kalender Masehi. Hari raya yang satu ini adalah hari raya terbesar karena seluruh Warga Tionghoa dimanapun mereka berada akan berbondong bondong pulang untuk berjiarah ke makam leluhur. Konon katanya, jiarah ini akan membawa berkah dan perlindungan dari leluhur kepada seluruh keturunan dari orang yang datang berjiarah.

Dimulai dengan membersihkan dan merapikan makam (membersihkan dari rumput liar, semak belukar, dan tanah tanah yang menempel, serta pengecatan kembali dsb) dilanjutkan dengan sembayang. Untuk perayaan ini biasanya dimulai 2 minggu sebelum dan 2 minggu setelah hari H.

Adapun makanan yang umumnya disertakan dalam sembayang adalah sbb :
Wajik, Agar agar merah, Ang Khak Tho (seperti kueh Ku tetapi berbentuk daun dimana kulit luarnya harus berwarna merah), Neng Kue / Bolu Kukus Mekar, Ka kue / huat kue / kue mangkok beras, Pao, Buah buahan, Permen & coklat, Arak putih, Teh, Nasi putih, Sa Se (3 jenis daging, biasanya ayam utuh beserta hati ampela telor, bebek utuh beserta hati ampela telor, serta bagian dari babi misalnya perut atau kaki yang direbus/dikukus).

Semua makanan tersebut diberi cap merah atau ditempel dengan kertas merah dan dibungkus dengan cling wrap sebelum dibawa ke tempat sembayang. Seiring dengan perkembangan jaman, “Sa Se” yang dulunya direbus/dikukus utuh kini disederhanakan dengan dimasak menjadi masakan yang enak enak seperti semur, kari, opor, dsb baru kemudian dibawa secukupnya untuk keperluan sembayang saja.

3. Hari Makan Bakcang / Go Gwe Cok / Dragon Boat Festival

Perayaan ini dirayakan pada hari ke lima bulan kelima penanggalan Imlek. Dimeriahkan dengan lomba / pertunjukan Perahu Naga (Dragon Boat). Warga Tionghoa percaya bahwa pada hari tersebut segala sungai, laut, dan danau (segala perairan) adalah bersih dari kuasa roh jahat dan makhluk air yang jahat. Semasa kecil, kami akan berenang di sungai atau di pantai. Konon katanya “Bersih” ini Cuma berlangsung dari pagi hingga petang saja.

Dalam perayaan ini, keluarga juga berkumpul bersama untuk makan bersama. Menunya sama dengan menu “Thuan Yuen Fan” tetapi hanya beberapa saja yang dimasak sesuai selera masing masing keluarga. Menu utama dalam perayaan ini adalah “Cang” / Rice Dumpling. Ada 2 macam Cang yaitu “Ki Cang” dan “Bak Cang”.

“Ki Cang” adalah Cang yang tidak memakai isi. Bentuknya mini alias lebih kecil dari “Bak Cang”. Berasnya berwarna kuning karena diberi air “Ki”. Dimakannya plain saja atau dicolek ke gula / saos. Saosnya bermacam macam sesuai dengan selera masing masing orang. Ada yang colek srikaya pandan, srikaya gula merah, srikaya durian, selai kacang, bahkan kalo di rumah ibu, kami menyantapnya hanya dengan dicolek gula pasir saja. Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan “Ki Cang” yang ada isian Kacang Tumbuk. Menurut yang menjual, “Ki Cang” ini adalah khas Medan (karena yang bikin orang asli Medan).

“Bak Cang” adalah Cang yang diisi dengan berbagai macam isian dengan komposisi utama daging babi, udang hebi, lobak kering, jamur, jenis kacang kacangan seperti kacang tanah, chestnut dan sebagainya. Terdapat beberapa jenis “Bak Cang” seperti Nyonya Cang, Hokkian Cang, Teochew Cang, dan sekarang ada Vegetarian Cang. Yang menjadi pembedanya adalah cara masak dan komposisi isinya. Setiap dapur menghasilkan Cang yang berbeda beda. Kami biasanya membuat Teochew Cang, tetapi hasil dari dapur Ibu saya berbeda dengan dari dapur Mertua saya. Yang sama adalah bentuknya yang segitiga dan pembungkusnya yang dari daun bambu serta rasanya yang enak ^,^.

4. Bulan Hantu / Tahun Baru Orang Mati / Chit Gwe Pua

Perayaan ini dirayakan sebulan penuh (30 hari) dimulai dari hari pertama bulan ketujuh imlek. Puncaknya adalah hari kelimabelas. Di bulan ini, biasanya masyarakat Tionghoa menghindari keluar malam dan pernikahan.

Masyarakat yang masih memegang teguh adat leluhur akan sembayang didepan rumah masing masing. Membakar dupa dan uang kertas serta mempersembahkan sesajen (yang umum dijumpai) seperti Kue Mangkok Beras, Bolu Kukus Mekar dan berbagai macam sesajen lainnya sesuai dengan adat dan kebiasaan di masing masing daerah dan keluarga.

Konon katanya, sembayang dan sesajen adalah diperuntukkan bagi arwah arwah yang sedang merayakan Tahun Baru nya. Perayaan ini juga dikenal sebagai "Hungry Ghost Festival" dimana sesajen yang disembayangi di depan rumah adalah untuk hidangan bagi mereka yang kelaparan yang datang dari dunia lain supaya tidak masuk ke rumah untuk mencari makanan dan mengganggu ketentraman di dalam rumah.

5. Hari Makan Kue Bulan / Tong Chiu Cie / Mid Autum Festival / Moon Cake Festival

Dirayakan setiap hari kelimabelas bulan kedelapan imlek. Perayaan ini didasari mitos mengenai Chang’e (Dewi Bulan). Banyak versi cerita yang beredar dari perayaan ini. Perayaan ini dikenal juga sebagai Hari Valentine orang Chinese. Di dalam perayaan ini, menu utamanya adalah "Moon Cake" / Kue Bulan, Jeruk Bali (gak ngerti juga kenapa bisa ada menu jeruk bali ^,^) dan "Chinese Tea". Perayaan ini juga dirayakan dengan pesta lampion di malam hari sambil duduk di halaman rumah menikmati kue bulan, jeruk bali, dan teh sambil memandang bulan ^,^.

Ada berbagai jenis Moon Cake dengan berbagai macam filling. Ada yang dipanggang, ada yang snow skin, ada yang bentuk pia, dan sebagainya. Sedangkan untuk isinya, ada kacang merah, kacang ijo, biji teratai, yam, dan sebagainya. Ada yang single yolk (kuning telur), ada yang double yolk, dan ada juga yang plain (tanpa kuning telur). Semuanya enak…

6. Hari Makan Thang Yuen (Onde Onde) 

Perayaan ini biasanya jatuh pada tangal 21/22 Desember. Dalam perayaan ini, warga Tionghoa akan masak "Thang Yuen" / Onde Onde yang dimasakn dengan air gula pasir. Bentuknya bulat bulat, kadang plain, kadang ada isian seperti kacang ijo, kacang tanah, yam, kacang merah, dan sebagainya. Dibuat berwarna warni dihidangkan hangat hangat. Semasa kecil kami diberitahukan bahwa hari makan Thang Yuen adalah hari nambah umur. Jadi dengan makan 1 porsi maka umur kita akan bertambah 1 tahun. Bagi yang tidak makan tidak akan bertambah umurnya (tentu saja ini tidak benar). Keluarga yang berkabung berpantang membuat "Thang Yuen" sebelum 3 tahun dari berkabung di rumahnya dan diluar rumahnya, tetapi boleh memakannya. Begitu pula dengan Ibu Hamil berpantang untuk ikut membuatnya (saya juga tidak tau apa alasannya) tetapi bolah memakannya juga.

**********

Demikianlah 6 perayaan warga Tionghoa di Indonesia yang saya ketahui. Tentu saja tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan di daerah lainnya di Indonesia. Bukankah Negara kita ini KAYA akan berbagai macam KEBUDAYAAN? Berbanggalah dalam “Bhinneka Tunggal Ika”!

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengetahuan pribadi saya dilatarbelakangi tempat tinggal saya yang beberapa kali berpindah pindah hingga saat ini, yang saya peroleh dari pengalaman pribadi yang saya jalani setiap tahunnya dan dari pengajaran dan cerita dari sesepuh (keluarga yang lebih tua umurnya) didalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

Jika ada teman teman sekalian yang ingin menambahkan, mengoreksi, memberi masukan, penjelasan lebih spesifik, dan sebagainya, silahkan menabahkan dengan menuliskan komentar anda dibagian comment post ini. Saya sangat berterima kasih dan menghargai niat baik teman teman sekalian. Kita bisa berbagi untuk menambah wawasan bersama. Semoga Sharing dari saya ini bermanfaat bagi semua.
Regards,

Minggu, 30 Oktober 2011

Chang E Flying to the Moon - Riwayat Kue Bulan

0 komentar
Hand Made Moon Cakes
Photo credit: Sifu Renka
Biasanya makanan khas China memiliki riwayat di belakangnya. Seperti moon cake atau kue bulan, konon diinspirasi oleh Chang E, seorang putri cantik yang melayang ke bulan setelah menenggak cairan panjang umur. Rekan kita Sri Muljani yang tinggal di Beijing berkenan untuk berbagi cerita. (3Funky)

======
Sorry NCCers, telat baca email ini. Sekarang baru sempat baca2 emails. Kebetulan disekolah tempat saya kerja bulan September kemarin kita semua merayakan Moon Festival (Zhong Qiu Jie = ä¸­ç§‹èŠ‚).

Menurut legenda, jaman dahulu kala ada seorang pemanah ahli bernama Houyi. Dia berhasil memanah 9 matahari yang konon membahayakan bumi dengan panasnya yang sangat. Karena dia berhasil menyelamatkan bumi, Maha Raja Giok memberinya hadiah berupa cairan/ minuman abadi.

Tanpa sepengetahuan suaminya, Chang E (isteri Houyi) -yang mengira bahwa cairan tersebut adalah air biasa- meminum cairan tersebut. Tiba tiba tubuh Chang E menjadi ringan, dan dia bisa melayang. Melayanglah Chang E hingga sampai ke bulan.

Houyi, suami Chang E, tertinggal di bumi. Karena kasihan, akhirnya Raja Giok mengijinkan Houyi terbang ke bulan menjenguk isterinya setiap bulan, hanya pada saat bulan purnama. 


Konon kabarnya Chang E ini sangat cantik, dan dia memiliki binatang kesayangan - seekor kelinci giok.
Dan pada saat bulan purnama, Chang E dan kelinci kesayangannya akan menampakkan diri, dan mereka tampak seakan2 bermain2 dan menari2 dipermukaan bulan yang bulat karena terangnya sinar pantulan bulan pada saat purnama.

Hal ini membuat penduduk bumi terkesima dan mereka memuja kecantikan Chang E dibawah pantulan sinar bulan purnama. Oleh karena itu, penduduk suka membicarakan soal Chang E pada saat bulan purnama.


Moon Festival atau Mid Autumn Festival dirayakan setiap tanggal 15 dari bulan kedelapan dari kalendar lunar (kalendar berdasarkan perhitungan bulan, dan pertanian); dan pada saat Moon Festival ini penampakan bulan tampak terbesar dan terbulat dibanding biasanya.

Di jaman dahulu, Moon Festival menandakan berakhirnya masa kerja di ladang/pertanian, dan merupakan waktu para petani pulang ke rumah masing2 untuk berkumpul dengan sanak keluarga sekalian; dan waktu untuk merayakan keberhasilan panen mereka; juga merupakan penunjuk tibanya musim gugur.

Tentang Mooncakes:

Mooncakes melambangkan kesehatan dan umur panjang.Bentuknya bulat seperti bulan, dan bentuk bulat dipercayai sebagai lambang keharmonisan.
Di tengah2 mooncakes selalu ada tulisan kanji yang merupakan penunjuk rasa dari mooncakes itu sendiri. Isi dari mooncakes bisa bermacam2: pasta kacang merah manis, biji bunga lotus, buah2an, dan kadang kuning telur.

Pada saat perayaan Moon Festival, para sanak keluarga akan berkumpul semua, dan mereka akan makan bersama. Setelah makan malam, mereka akan keluar rumah, saling bercerita dibawah sinar bulan purnama yang terang benderang.

Sekilas ini yang dapat saya bagikan tentang Mooncakes dari negara aselinya. Moga2 tidak terlambat untuk merayakan CFW NCC.


Sumber: dari berbagai sumber.

Salam mooncakes,

Sri
yanglagikedinginandiBeijing

Sabtu, 29 Oktober 2011

Chinese Herbal by Mimi

0 komentar
Dear Trio funky hosts,

Ibu2 host yang baek, perkenalkan saya mimi, masi ABG, mau sharing mengenai rangkuman chinese herbal  dalam event Chinese Food Week kali ini.

Berhubung ada event Chinese Food Week kali ini dan beberapa member yang posting sup herbal, juga tergerak dari permintaan salah satu host : Teh Nicke untuk sumbang saran, saya coba rangkum beberapa bahan Chinese herbal yang lazim di gunakan dalam membuat Sup herbal. Sumber gambar serta penjelasan ini juga bisa di lihat di website nya http://www.homemade-chinese-soups.com/chinese-herbs.html


Astragalus root (huang qi) Milkvetch root

Sering di pakai dalam campuran sup ato minuman herbal karna khasiat nya yang banyak. Membantu meningkatkan energy, daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah, Bisa di buat minuman teh pada saat flu. Cara nya : Didihkan air dengan Huang Qi selama 5 menit, ambil air nya untuk menyeduh teh, bisa di minum sebagai pengganti air sepanjang hari.

Perlu di ketahui, karna Huang Qi ini menstimulasi system  imun dalam tubuh, maka tidak di sarankan di konsumsi oleh org yg over active system imun nya seperti  penderita lupus. Sebaik nya juga tidak di konsumsi oleh wanita hamil dan menyusui. 

 

Chinese angelica root (dang gui)

Herbal satu ini memegang peranan dalam kesehatan wanita, selain untuk memperlancar peredaran darah, juga menyehatkan organ reproduksi, bagus untuk siklus menstruasi dan mengatasi sakit pada saat mens. Herbal ini sering di pakai sebagai campuran pada sup herbal, juga bisa di tim bersama tulang2 ayam kampong dan hanya di ambil sari nya untuk di minum. Wanita pasca melahirkan sering minum ramuan ini untuk kesehatan.

 

Chinese wolfberries (gou ji zi)

Nah..ini dia herbal yang sering ada dalam sup, masakan dan minuman maupun dessert.  Dijual dalam bentuk kering dan rasa manis. Bagus buat kesehatan mata terutama yang sering berlama di layar computer,  bagus juga buat kesehatan lever, karna dalam ilmu Chinese medical, mata sumber untuk melihat kesehatan lever di dalam tubuh, cntohnya org yg menderita hepatitis dpt di ketahui dari mata nya yg kekuningan.

Bisa di konsumsi sebagai minuman campur dengan kurma china yg merah serta Dang Shen, di godok di air mendidih selama beberapa menit. Diminum pada saat sehabis periode menstruasi untuk kesehatan wanita.

 

Chinese yam (huai shan)

Jenis herbal ini punya khasiat yg banyak antara lain meningkatkan stamina, untuk pertumbuhan otot, memperbaiki jaringan tubuh yang aus, memperbaiki kondisi tubuh setelah sakit yang berkepanjangan. Di gunakan juga untuk penyakit diabetes, diare, ginjal, batuk dan dehidrasi. Pemakaian herbal ini juga menyebabkan produksi air kencing dan keringat yang berlebihan, jadi pemakaian juga harus di batasi.

Herbal ini sering di masak bersama dengan daging dan campuran herbal lain nya untuk kebaikan pencernaan, mengatur kadar gula dalam tubuh, juga mengkontrol peradangan uterus.

 

Codonopsis root (dang shen)

Kegunaan nya antara lain untul kebaikan pencernaan, diare, batuk, mengurangi mual dan kelemahan setelah pendarahan, mengaktifkan metabolisme dan meningkatkan peredaran darah. Di pakai untuk campuran sup herbal. Bisa juga di rebus bersama kurma china dan Kici di jadikan minuman.

 

Ginkgo nuts (bai guo)

Herbal ini di kenal untuk mengobati keputihan pada wanita dan anak2 yang bermasalah dengan kandung kemih nya. Kulit keras nya agak susah di lepas karna sangat lengket ke daging nya, bisa juga di beli dalam keaadaan udah terkupas. Buang tunas kecil di dalam nya karna sangat pahit.

 

Ginseng (ren sheng)

Ginseng mungkin tidak perlu di jabarkan lagi lagi khasiat nya yang luas dan sudah di ketahui byk org… inti nya segala kebaikan ada pada herbal satu ini. Sering di pakai untuk campuran sup herbal, ato di seduh minum air nya saja. Buat calon pengantin yang menghadapi hari H-nya J, ini minuman kudu di siapin sepanjang hari, di jamin badan fit dari pagi buta mulai merias wajah sampai malam acara resepsi bubar J

 

Red dates (hong zao)

Mengandung vit B, C, E, P, fosfor, kalsium, zat besi, dll. Penemuan ilmiah juga menyebutkan zat yg terdapat dalam red dates ini bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Sup herbal dengan campuran kurma merah serta Huang Qi, wolfberries, ginseng dan dang gui sering di minum oleh orang pasca operasi untuk mengembalikan daya tahan tubuh, menguatkan dan mencegah kekambuhan.


Dried longan (guìyuán)

Yang satu ini adalah longan yang sudah di keringkan, fungsi nya hanya untuk pemanis juga untuk menghangatkan. Bisa juga sebagai tonic untuk memperbanyak dan mengentalkan air susu ibu. Cara nya rebus bersama kurma merah dan dang shen. Minum air nya sebagai pengganti air putih selama masa nifas juga bagus buat menghangatkan dan mencegah angin.

 

Notes :

- Biasa kan memasak segala macam herbal ini dengan bahan tanah liat, hindari penggunaan bahan metal.

- Untuk memudahkan penakaran herbal2 ini, bisa di beli dalam paket di toko obat, dengan menyebutkan kondisi org yang akan mengkonsumsi nya, misal nya minta paket untuk wanita masa nifas, paket untuk pasca operasi, biasa nya yang menjual sudah tau takaran dan campuran nya.

- Pilih ayam kampong yang bener2 bagus kwalitas nya, bisa juga di ganti daging b**i buat yang menkomsumsi tapi pilih hanya has dalam nya saja.

- Masak dengan api yang sangat kecil, supaya air tidak banyak menguap dan sari2 herbal serta ayam tidak hilang, kalo tidak mau repot pakai slow cooker saja  :)


Thanks,
Mimi

Jumat, 21 Oktober 2011

Kue Khu: Simbol Panjang Umur - Ditulis oleh Ophoeng Lou Feng Zhang

0 komentar
Bu Shirley, Bu Peppy, Bu Yani dan TTM semuwah,

Hai, pakabar? dah makan?

Kue Khu (mending dibedakan pake 'H' supaya gak rancu ama (A)Ku yang tanpa H ya), bener itu pengaruh dari budaya perdapuran Tionghoa. Biasanya Kue Khu dipakai untuk sesajen dalam sembahyang kepada Thian Kong aka Yang Maha Kuasa di atas sana.

Bentuknya pun berupa kura-kura, sebagai simbol panjang umur - kerana kura-kura dipercaya umurnya bisa ratusan tahun, gak ada matinye, macam higlander gitu lho, jweh!

Sesuai kemajuan jaman, sekarang Kue Khu banyak dibentuk dengan aneka jenis. Ada yang berrupa hewan, ada pula yang berupa buah-buahan. Maknanya apa, saya sendiri gak tahu lagi - sebab tradisinya sudah 'luntur' sih, euy!

Bahan dasarnya bener dari beras ketan, diberi center fill berupa tumbukan kacang ijo kupas (makanya warnanya jadi kuning mirip kedele), warna kueh-nya sendiri biasanya sih ijo atawa merah cabe gitu-lah.

Selain untuk sesajen kepada Thian Kong, ada juga yang menyertakannya sebagai satu 'syarat' dalam hantaran Man Yue (genap bulan) bagi anak yang baru dilahirkan pas pada saat usianya mencapai satu bulan. Mungkin maknanya sama: mengharap umur panjang bagi sang anak.

Ada juga yang menyebut Kue Khu sebagai 'kue citak' aka kue cetak, kerana memang cara buatnya dicetak pakai cetakan kayu berbentuk kura-kura yang bisa dibeli di toko penjual alat-alat kuwih-muwih di Pasar Senen, Jakarta.

Saya baru tahu kalau Kue Khu ada yang menyebutnya sebagai Kue Thok - 'thok'nya bukan dari 'kathok' mestinya tuh ya, mungkin kerana waktu hendak melepaskan si kue dari citakannya, mesti digetokkan pada sesuatu (kayu, misalnya)supaya si kue terlepas, dan ber-sfx (sound effect) bunyinya 'thok' sih ya?

Sebelum pada tanya, apa makna ketan dan kacang ijo, juga warnanya, saya sendiri gak tahu persisnya. Kerana jaman saya kecil, kami cuma diminta untuk mengikuti saja tradisi budaya perdapuran Tionghoa begitu, tanpa dijelaskan makna simbolnya. Saat kesadaran untuk bertanya-tanya muncul, keburu budaya Tionghoa dilarang oleh orde bau, eh, baru ding!

Begitulah sahaja kira-kiranya ya.....

Salam makan enak dan sehat,
Ophoeng
Email: ophoeng@yahoo.com